Mengatasi depresi tak harus dengan pergi ke psikolog atau menenggak
obat-obatan penenang. Menurut beberapa studi, depresi bisa diobati
dengan berpelukan. Benarkah?
Seperti yang dikutip dari Prevention
internasional, 11 persen orang Amerika kerap kali meminum obat
anti-depresan untuk mengatasi depresi. Obat tersebut mengandung senyawa
kimia yang disebut oksitosin, senyawa yang juga diproduksi tubuh saat
Anda sedang berpelukan atau berhubungan seks. Oksitosin terbukti bisa
mengobati depresi.
Terdapat sebuah penelitian yang dilakukan pada
tikus menunjukkan bahwa ketika tikus-tikus terpisah dari gerombolannya,
tikus akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, stres dan depresi yang
akan mereda setelah disuntik dengan oksitosin. Studi yang
dipresentasikan pada tahun 2007 pada pertemuan Society for Neuroscience,
menunjukkan efek hormon oksitosin terhadap situasi stres.
Para
ilmuwan di UC San Diego School of Medicine juga melakukan uji coba
klinis secara acak, merasa optimis dengan pengaruh oksitosin terhadap
depresi. "Ilmu dasar, apa yang kita lihat dalam penelitian yang
melibatkan binatang dan manusia, mengindikasi ada alasan mengapa
oksitosin memainkan peran dalam beberapa jenis depresi," ujar Kai
MacDonald, MD, asisten profesor klinis psikiatri di UC San Diego School
of Medicine.
Terkadang, oksitosin disebut sebagai 'cuddle
chemical' atau 'love hormone'. Alasannya, karena oksitosin memproduksi
hipothalamus ketika orang melakukan kintiman fisik --begitu juga saat
melahirkan. Tapi penelitian baru mengeksplorasi bahwa oksitosin tak
hanya mempengaruhi apa yang orang rasakan tetapi cara orang berprilaku.
Menurut
Dr. MacDonald, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang
mendapatkan oksitosin, dilaporkan memiliki perasaan yang sama tetapi
perilakunya berubah. "Jika Anda melihat pasien dengan depresi, satu hal
yang perlu Anda lalukan adalah menciptakan ketertarikan sosial," kata
Dr. MacDonald.
'Hormon cinta' itu menderong seseorang untuk
melakukan perilaku baik seperti membantu, memberikan empati, dan lebih
ramah. Hal itu dibuktikan dalamsebuah studi pada tahun 2007 yang
diterbitkan pada jurnal Public Library of Science ONE. Peserta
penelitian yang menghirup oksitosin atau plasebo melalui hidung mereka
cenderung bersikap murah hati terhadap sesama.

Tidak ada komentar:
Write komentarSilahkan tinggalkan komentar sobat dengan menggunakan opsi Name/URL. Mohon jangan komentar SPAM ya..! Komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus karena blog ini bukan tempat untuk mempromosikan produk yang dijual di blog anda.
Blog ini blog DOFOLLOW